Tag Archives: Film

human loves human by kontraS

poster-movie-section-1Human Loves Human is a social campaign by KontraS. The purpose is to prevent acts of violence and human rights violations. It does so by inspiring people to love each other because ignorance towards others and injustice for the weak can be transformed into tolerance and respect for every human being.

Human Loves Human will be presented by KontraS in an important cultural event: the Jakarta International Film Festival (JiFFest). JiFFest is widely known for its role in promoting the film industry as well as presenting entertaining films. At JiFFest, films are presented as a source of inspiration for people to do big things.

The movie Indiana Jones inspired Butet Manurung, a teacher teaching at a jungle school for orang rimba, which also continues to inspire many people. Soe Hok Gie started his struggle by discussing inspirational movies. The characters Lintang and friends in the movie Laskar Pelangi is an inspiration for children not to give up easily in the face of difficulties. Movies are a bridge between the politics and culture and work of art.

Human Loves Human is an effort to strengthen the bridge by spreading peace and anti violence. Violence and wars pollute the kind of clean politics and culture needed for the best interests of the public and common welfare.

Love in ‘Human Loves Human’ may be interpreted as an expression of human love. It would not be wrong. What we want to nurture is a greater kind of love between human and other living creature. Eric Fromm wrote about the art of loving in the warm relationship between mother-father and children, best friends, and lovers in affection, humility, sacrifice and courage. Human history has proven that hate and greed have caused human sufferings and destruction of universe, including global warming. All of which worsen the lives of human and other living creature.

Let’s celebrate the spirit of Human Loves Human by watching the best humanitarian movies at JiFFest this year. Enjoy the movies and let’s share the hope!

For more information :

The Commission for The Disappeared and Victims of Violence (KontraS)
Jl. Borobudur No. 14, Menteng
Jakarta Pusat 10320
Indonesia
P: +62 (0) 21 3926983
F: +62 (0) 21 3926821
M: +62 (0) 817 5455229

email-blast-ad_1

notes : You can see the event schedule written on the poster above, simply right click your mouse and open in a new tab. See you there! ,rgds

Iklan

4 Komentar

Filed under advertorial, Event, Jakarta

16agustus : Film Iklan ttg proses dan peranan pemuda

::klik gambar untuk melihat trailer film ini::

Ini adalah sebuah film yang dibuat oleh Sampoerna Foundation, dalam setiap iklannya tidak disebutkan siapa yang memproduseri, sutradaranya, pemainnya. Yang saya tangkap, film ini akan menceritakan kembali perjuangan golongan muda (Sukarni, Chairul Saleh dan Wikana) dalam mendorong kemerdekaan Indonesia, melalui peristiwa pengamanan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.

Perlu diingat film pendek ini hanya tayang HARI INI, TANGGAL 16 AGUSTUS 2008, JAM 9 MALAM, DI RCTI, SCTV, TRANSTV, TRANS7, DAN METRO TV.

Jadi, jangan anda lewatkan! Merdeka!

——————————————–

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam..

Film yang ditunggu tidak kunjung tayang.

Dan ternyata, kalau boleh saya menyimpulkan film ini merupakan salah satu cara yang ingin diangkat oleh Sampoerna bekerja sama dengan Lowe productions dan Babi Buta Films untuk memperingati HUT Republik Indonesia 17 agustus 1945. Film pendek berbentuk trailer ini mengangkat kisah Rengasdengklok ke hadapan para pemirsa tivi di Indonesia.

Berikut petikan wawancara dengan Niken Rachmad (NR), Director Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk.

Apa tujuan dari trailer 16 Agustus ini?

(NR) : Sebenarnya intinya adalah kita mau memperingati 17 agustus ya, hari kemerdekaan, tapi kan memang sudah banyak tema-tema 17 agustus.. Nah, ada suatu saat ya, dimana proses itu berjalan.. karena kalau tidak melihat prosesnya itu, kita juga tidak bisa mengambil hasil yang tepat. Jadi, sebenarnya kita juga harus mengajarkan kepada para generasi muda ini bahwa proses itu penting untuk melihat suatu hasil yang kita capai, yang kita nikmati sekarang ini. Jadi, sejarah dibelakangnya itu apa, detik-detik yang menentukan, bahwa hingga kemudian terjadi sesuatu pada tanggal 17. Itu juga saya rasa penting untuk diketahui para generasi muda.

Apa yang melatar belakangi keputusan Sampoerna?

(NR) : Ide itu ya, kebetulan ide itu muncul, terus terang ide itu juga diusulkan oleh agency ya, teman-teman dari Lowe. Belum banyak ya, tidak banyak yang menggali proses sebelumnya itu (maksudnya proses menjelang proklamasi). Nah, kurang lebih kemudian setelah menimbang sekitar beberapa bulan dari mulai awal tahun ini ya, kira-kira kita, kemudian kita bulatkan suatu konsep ya, ya ini betul, ini adalah suatu hal yang bagus, pembelajaran untuk generasi muda, sekaligus juga mengingatkan kembali kepada peran-peran pemuda pada saat itu, karena yang ditonjolkan disini adalah bukannya hanya hasilnya. tapi, proses tersebut, siapa yang melakukan proses itu, adalah para pemuda.

———————————

FIlm ini mengingatkan pada satu hal, bahwa peran pemuda pada perjuangan bangsa Indonesia dulu sangat penting, dan kini kembali diperlukan untuk membangkitkan semangat juang bangsa yang nampaknya semakin terpuruk. Bahwa, generasi yang ada saat ini, mungkin bisa dibilang generasi yang instan, dan cenderung tidak peduli pada proses yang menjadi penentu dari hasil yang ingin dicapai. Nah, walaupun saya kecewa karena ternyata film ini adalah hanya film pendek, dan lebih berbentuk iklan. Tapi saya salut, karena paling tidak, Sampoerna, Lowe, dan Babi Buta Films peduli pada bangsa ini, terutama proses yang membentuknya. Salut!

*) gambar saya scan dari harian Kompas, 16 Agustus 2008

*) petikan wawancara dikutip dari 16agustus.com

18 Komentar

Filed under personal

akankah nasionalisme bangkit : remastering Nagabonar

Nasionalisme dan patritisme merupakan prinsip individu yang mencintai tanah air, dan didukung dengan tingkah laku yang mendukung kecintaan tersebut. Lama kita tidak mendengar dua hal tersebut didengungkan. Mei tahun ini Indonesia merayakan (kalau boleh disebut begitu) seabad kebangkitan nasional. Maka selayaknyalah kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dan saya sebagai bagian dari generasi muda, melakukan perenungan. Apa yang telah saya lakukan, apa yang  telah anda lakukan, apa yang telah kita lakukan untuk bangsa Indonesia. Sebagai sebuah bangsa yang besar, kita punya lagu kebangsaan Indonesia Raya, punya Sang Saka Merah Putih, punya Bahasa Indonesia, punya Bhinneka Tunggal Ika, kita pun punya Pancasila. Masihkah kita sebagai sebuah bangsa mengingat apa yang kita punya tersebut? Mungkin iya, mungkin tidak.

Film, saat ini, boleh dibilang sebuah media yang mampu mempengaruhi cara berfikir, cara pandang, dan lifestyle seseorang atau bahkan banyak orang. Film juga merupakan media yang patut dihargai sebagai aset bangsa, bagian dari sejarah perjalanan sebuah bangsa. Hj. Dedy Mizwar merupakan salah satu tokoh perfilman Indonesia yang menurut saya, memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Didalam filmnya, Nagabonar dan sequelnya, selalu ada pesan moral yang mengandung nilai-nilai patriotisme. Ada pengadegan upacara sederhana yang menggetarkan di tengah kampung yang berada di metropolitan jakarta, atau adegan Nagabonar bergelantungan di patung Jenderal Soedirman sambil berusaha menurunkan tangan sang Jenderal yang dalam posisi hormat, dan banyak adegan lain yang memancing getaran hati ketika menyaksikannya. Ada kekuatan yang besar yang timbul seketika kita menonton film tersebut. Entah haru, entah ‘terbangun’ dari sadar, entah perasaan apa yang merasuki pikiran dan hati ketika menonton film tersebut. Saya sendiri menyaksikan Nagabonar jadi 2 (sequel) empat kali di bioskop, kemudian saya mencari film pertamanya (Nagabonar) di tempat rental vcd. Kedua film tersebut bernuansa humor namun dilain sisi juga mampu menyentuh hati dan kesadaran kita sebagai bagian dari bangsa.

Saya tidak akan mereview kedua film tersebut. Tapi saya ingin bertanya pada diri sendiri dan anda. Akankah kita bangkit kembali sebagai sebuah bangsa yang besar? Yang punya tanah air yang penuh limpahan rizki dariNya. Sudahkah kita menggunakan hati kita dalam berbangsa dan bertanah air? Atau mungkin selama ini, kita hanya menjadi bagian dari Indonesia karena kebetulan saja Ibu dan Bapak kita yang orang Indonesia?

Banyak hal yang wajib kita lakukan untuk bangsa Indonesia? Banyak tugas yang harus kita kerjakan untuk memperbaiki Indonesia?

Sejak tanggal 8 Mei yang lalu, film legendaris Nagabonar diputar kembali di bioskop. Hj. Deddy Mizwar mengangkatnya dengan menambahkan judulnya dengan kata “Melihat Indonesia dengan Hati”. Film ini sangat layak untuk kita tonton, sebagai generasi muda.

Ingat kata Bung Karno, “JAS MERAH(Jangan Engkau Sekali-kali Melupakan Sejarah).”

Bangkit Indonesiaku!

Tinggalkan komentar

Filed under interpoleksosbud, opini saya