Category Archives: sepeda

IVAA-LIP Green Tour | 12-13 Juli 2008

Indonesian Visual Arts Archive (IVAA) dan Lembaga Indonesia Perancis (LIP) bergabung. Memberdayakan jaringan masing-masing untuk menunjukan partisipasi dalam kampanye penghijauan dunia (Go Green), dimulai dari lingkungan keberadaan mereka: Yogyakarta.
Sesuai dengan lininya, IVAA menggandeng para pekerja kreatif untuk turut serta dalam kegiatan ini. IVAA adalah lembaga pengarsipan kegiatan seni rupa dan budaya visual Indonesia. IVAA akan meluncurkan kampanye baru bertajuk ‘Goes Green’ pada hari Minggu, 13 Juli 2008 ini. Kampanye ini merupakan manifestasi keinginan IVAA untuk berpartisipasi dalam penghijauan kembali dunia.
Di LIP, Pasar Organik menjadi agenda utama selebrasi kemerdekaan Perancis di LIP pada hari Sabtu, 12 Juli 2008. Jaringan LIP, mulai dari murid kursus sampai lembaga lainnya, dikerahkan dalam acara peringatan hari kemerdekaan Perancis yang sebenarnya jatuh pada 14 Juli itu. LIP juga mendukung gerakan global penghijauan kembali dunia.
Mengingat ‘penghijauan’ adalah kata kunci dari kedua kegiatan ini, parade sepeda kemudian menjadi titik temunya. Ide ini muncul karena jumlah komunitas sepeda di Yogya tidak sedikit pesertanya adalah para pelaku kesenian dan Tour de France, kompetisi sepeda yang sudah lebih dari seabad usianya setiap bulan Juli di Perancis. IVAA dan LIP, sebagai institusi kebudayaan di Yogyakarta, berusaha mempertemukan kedua kegiatan mereka demi memperluas cakupan partisipan dalam kampanye ini.
IVAA-LIP Green Tour mempertemukan mereka. Minggu, 13 Juli 2008 ini IVAA-LIP Green Tour mengajak kelompok-kelompok cinta sepeda, penggemar sepeda artistik, dan siapapun yang aktif bersepeda dalam kesehariannya untuk berparade dari LIP (Jl. Sagan 3) ke IVAA (Jl. Patehan Tengah 37). Parade ini akan diramaikan oleh JOC, Cyclist Report, Low-Rider, Green Map, Bike to Work, dan BMX.

Acara di LIP, Sabtu 12 Juli 2008
* Pasar organik/daur ulang
* Cooking Class
– Di Café LIP
– Dilaksanakan pada pukul 15.00–16.00
* Kursus bordir dengan Kinoki
– Di LIP Galerie
– Dilaksanakan pada pukul 15.00–18.00
* Kelas bahasa Perancis
– Di Ruang 1
– Dilaksanakan pada pukul 16.00
* Tato Henna
– Di Café LIP
* Pemutaran film animasi « Les triplettes de Belleville »
– Di Café LIP

Jadwal Parade Sepeda
14.00 | Kumpul di LIP
14.30 | Karnaval Sepeda Berangkat Menuju IVAA
17.00 | Sampai IVAA

Rute Parade Sepeda
LIP – Perempatan Colombo – Jalan Gejayan – Selokan Mataram – Jalan Kaliurang – Perempatan Mirota Kampus – Bunderan UGM* – Gramedia Jalan Solo – Perempatan Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – Benteng Vredeburg* – Alun-alun Utara – Jalan Wijilan – Alun-alun Selatan – IVAA
* = tempat peristirahatan, performans pesepeda, dan bagi-bagi tanaman

Acara di IVAA
* Dimulai pukul 16.00 WIB
* Launching Merchandise Baru
* Ayo, Sablon Kaosmu!
– Moki dan Gintani Art Space
* Potong Rambut ala Boy
– Andre Kurniawan
* Stand Regol (*)
– Kaos, Pin, Merchandise, Magz
* Open House IVAA
– Launching Merchandise Baru: IVAA Goes Green!
– Performans Mural oleh Love Hate Love
– Performans Hiphop oleh YORC
– Pameran Kerjasama Patehan dan Nagan Tengah (*)
* Energizing High Tea
– Teh, kopi, dan snack sore oleh IVAA

Peserta Parade Sepeda
Komunitas Podjok | Low-Rider | Taring Padi | Green Map | Cyclist Report | Bike to Work | JOC

Logo dalam Poster
Penyelenggara
IVAA | LIP

Sponsor
Grand Mercure | Novotel | Ibis | Blazzo

Rekanan
Regol Media | Milas | Rumah Teman | Lawe | Kinoki | Gintani Art Space | Cyclist Report | JOC
Green Map | Taring Padi | Bike to Work | Podjok | Love Hate Love/YORC | Boy’s Haircut 😉

Contact info : ivaa@ivaa-online.org, relationspub-lip@idola.net.id

—————-

Ini event yang sangat bagus, karenanya saya merasa perlu dan kudu untuk posting di blog ini. Saya sendiri akan datang dan mengikuti parade bersepedanya dari jam 2 siang. Mari kita ramaikan, Bagaimana Sodara-sodara? 😉

btw, Posternya bisa diliat disini. Lokasi IVAA nanti saya post menyusul ya.

Iklan

10 Komentar

Filed under personal, sepeda, urban.art

Saya dan Sepeda

Jadi, sudah sebulan terakhir -kurang lebih- saya bersepeda. Tapi baru kemarin ini saya akhirnya memilih bergabung dengan sebuah komunitas pekerja bersepeda, B2W Chapter Jogja nama klubnya. Komunitas ini berisi berbagai tipe manusia, dari orang yang sekolah hingga pekerja, anak-anak hingga kakek-kakek, perempuan hingga (eh.. dan) laki-laki. Yang membuat saya kagum, ternyata saya tidak sendirian. Banyak orang lain yang juga bersepeda, entah apapun alasannya, yang jelas, mereka pesepeda. Lalu apa yang mau saya bagi kepada Anda-anda disini?

Oke, begini.. Saya pesepeda pemula di Jogja. Kesan pertama saya bersepeda di jogja, adalah semrawut. Peraturan dan segala kelengkapan bersepeda sudah saya terapkan dan gunakan pada diri sendiri. Still, Jogja punya jalanan yang semrawut dan seperti arus liar. Sebentar ada motor dari kanan, sebentar dari kiri, nanti tiba-tiba ada bis mepet ke kiri jalan, nanti ada ini, itu. Aghhh.. Beruntung saya punya klakson model cangkem (mulut dan berteriak) yang bunyinya HEYY!! atau WUOOOYY!!, supaya orang tidak mengganggu perjalanan bersepeda saya. Semua pengguna jalan raya, entah kenapa punya setting ignore kepada pengguna lainnya. Seradak-seruduk, serobot sana serobot sini, pokoknya jalan punya sendiri.

Nah, bergabung dengan B2W membuat saya merasa memiliki teman bersepeda, dan akhirnya ketika bersepeda commuter pun saya tidak lagi merasa sendirian, atau malahan merasa menjadi orang aneh. Buat temen-temen pembaca yang belum pernah bersepeda, coba deh pake sepeda buat paling tidak jalan-jalan aja. Berikut saya berikan alasan-alasan yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan. Pertama, bersepeda secara rutin akan dapat merangsang kerja jantung, melancarkan sirkulasi darah, dan aliran oksigen ke paru-paru dan otak. Kedua, bersepeda dapat menjadi terapi stress, karena aliran oksigen dan peredaran darah lancar, kadang juga membuat adrenalin terpompa, dan itu menyenangkan tentunya. Ketiga, bersepeda memicu kita untuk berhemat, at least uang yang biasanya untuk membeli bensin, berkurang dan bisa ditabung. Alasan lainnya, tidak ada. Yang pasti, bersepeda sehat buat badan. Itu sudah cukup untuk menjadi alasan.

——-

Oiya, saya tidak punya rute favorit bersepeda, karena itu tadi saya bersepeda untuk bersenang-senang, menghilangkan stress, sekalian berolahraga. Jadi, kemana hati ingin bersepeda, kesana kaki akan mengayuh.

18 Komentar

Filed under personal, sepeda