Demonstrasi Mahasiswa masihkah didengarkan

Seorang anak kecil bertubuh degil/Tertidur berbantal sebelah lengan/Berselimut debu jalanan/Rindang pohon jalan menunggu rela/Kawan setia sehabis bekerja/Siang di seberang sebuah istana/Siang di seberang istana sang raja/Kotak semir mungil dan sama dekil/Benteng rapuh dari lapar memanggil/Gardu dan mata para penjaga/Saksi nyata… yang sudah terbiasa/Tamu negara tampak terpesona/Mengelus dada gelengkan kepala/Saksikan perbedaaan yang ada/Sombong melangkah istana yang megah/Seakan meludah di atas tubuh yang resah/Ribuan jerit di depan hidungmu/Namun yang ku tau…. tak terasa terganggu/Gema azan ashar sentuh telinga/Buyarkan mimpi si kecil siang tadi/Dia berjalan malas melangkahkan kaki/Di raihnya mimpi di genggam tak di letakkan… lagi

Iwan Fals, Siang di Seberang Sebuah Istana

Saya mengingat lirik sebuah lagu dari bang Iwan diatas, kalo melihat keadaan negeri ini. Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Yang menjabat semakin jumawa, yang rakyat makin gak didengar. Seminggu terakhir di kampus saya mendengar akan dilakukan demo besar-besaran untuk mengingatkan pemerintah tentang reformasi 98. Demo tersebut rencananya dilakukan hari ini. Akhirnya hari ini demo pun terjadi. Front Rakyat Menggugat dan BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa dari 20an universitas di Jawa dan Sumatra) hingga saat ini berdemonstrasi di depan Istana Negara. Apa yang mereka tuntut :

TUGU RAKYAT (TUJUH GUGATAN RAKYAT)

  1. Nasionalisasi aset strategis bangsa.
  2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Tuntaskan kasus BLBI & korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia.
  4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.
  5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.
  6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan.
  7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntu Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.

press release mengenai hal ini ada disini.

Rekan-rekan dari BEM SI menyatakan bahwa mereka tidak akan bergerak dari depan istana negara jika Presiden SBY tidak mau menandatangani surat pernyataan akan memenuhi tugu rakyat tersebut. Masalahnya adalah hari ini Presiden SBY tidak sedang berada di Istana. Beliau sedang melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. hehe. bisa aja si bapak.😀

Apakah kemudian tuntutan mahasiswa akan dipenuhi? saya sendiri tidak tahu. Dari berita yang dirilis SCTV dan Metro Tv beberapa saat yang lalu, demo masih terjadi dan akan bertahan.

Saya takut, hari ini akan terjadi bencana seperti yang dialami para mahasiswa demostran 10 tahun yang lalu. Tindakan represif dari aparat yang menjaga sangat mungkin terjadi, karena demonstrasi hanya boleh dilakukan sampai sebelum maghrib. That means after 6 pm, the legal demonstration would be illegal.

Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan/ Kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan/Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan/Sebuah catatan kebanggaan dilembar sejarah manusia/Wahai kalian yang rindu kemenangan/Wahai kalian yang turun ke jalan/Demi mempersembahkan jiwa dan raga/Untuk negeri tercinta (Mars Perjuangan Mahasiswa)

Nyanyikan dengan keras dan lantang. Kepalkan tangan kirimu ke atas, kepalkan tangan kanan di depan jantung. Hidup mahasiswa Indonesia! oh, I miss the good old times . . .

to Pak SBY : Pak, dengarkan anak bangsamu berteriak karena kebijakanmu yang tidak bijak pak! please. . .

Tinggalkan komentar

Filed under interpoleksosbud, opini saya, personal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s