pada suatu ketika : jengah pada dunia

pada suatu ketika

manusia manusia berlarian tanpa arah
bila kalian melihat keramaian kalian salah
yang kalian liat adalah jiwa jiwa yang kesepian
seperti ladang tandus
berlari mencari rumusan baru atas nama keramaian
atas nama nafsu
mencari jati diri yang habis ditelan
kepalsuan keramaian dan kesepian

pada suatu ketika

pasangan berpisah satu sama lain
dalam arti berbeda mereka berpisah

pada waktunya
kebosanan atas pencarian,

membuat tuhan jengah

melihat pengatasnamaan cinta
nafsu selalu bermain
begitupun aku mengakuinya

pada suatu ketika

banyak jalan kulalui
seperti juga mereka
jiwaku akan mati kesepian
tubuhku akan berlarian kesana kemari
menanti iblis yang menggoda

pada suatu ketika
kiamat itu tiba.

Tinggalkan komentar

Filed under puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s