“Isunya soal rangkap jabatan atau rangkap gaji? Kalau rangkap gaji, saya setuju (dihapuskan). Janganlah gaji sampai rangkap lima kali, tapi kalau pejabat rangkap sebagai komisaris, bisa,” kata Jusuf Kalla ketika menanggapi masalah rangkap jabatan. [berita dari sini]
Buat saya rangkap jabatan (antara jabatan pelayan publik dan pengusaha/pimpinan perusahaan) dengan rangkap gaji ya sama saja. Sama kemaruknya!
Wong, negara sedang susah kok ya minta rangkap gaji. Wong, perusahaan sudah maju kok ya masih hobby minta ‘jalan tol’. Lha trus kapan negaranya mau sejahtera? Situ bisa sejahtera Pak Kalla, itu dibawah banyak banget yang miskin, entah kapan sejahteranya.
Baru jadi Wapres udah kemaruk. Gimana jadi presiden nanti?


![CahAndong[dot]org Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG](http://i292.photobucket.com/albums/mm15/adityasani/cahAndong.jpg)








2 Komentar
Juni 14, 2008 pukul 4:49 pm
ya ndak apa-apa. daripada masih rakyat tapi dah kemaruk…
Juni 17, 2008 pukul 1:59 am
gaji emang ga perlu rangkap lah..
wong duit proyekan jabatan luar gaji udah gede jeee..
podo wae…
hahahah