Saya peduli pada apa yang terjadi dengan negara ini. Saya lihat di media, antrian bbm mulai meningkat dan padat. Saya sendiri lebih senang berfikir positif, toh nanti kalo bbm langka, masih ada bus yang bisa dinaiki. Toh, biaya yg dikeluarkan sama, lagipula bisa jalan kaki, dan jelas lebih sehat, ketimbang naik motor seperti yg biasa saya lakukan sehari-hari.
Kok saya gak panik ya. Lantas, kenapa di daerah masyarakat panik ya?
Atau mungkin mereka sebenernya bukan semuanya ‘orang panik’, tapi mungkin sebagian besar memang mencari kesempatan dari kenaikan harga bbm.
Ah, Indonesia,, Indonesia..


![CahAndong[dot]org Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG](http://i292.photobucket.com/albums/mm15/adityasani/cahAndong.jpg)








2 Komentar
Mei 19, 2008 pukul 7:54 am
Panik yang sengaja diciptakan orang-orang yang mengail di air keruh, kalau menurut saya. Salam kenal.
Mei 21, 2008 pukul 1:01 am
panik lah, ntar kalo jalan kaki terus gw kurus bagimana?